Untung atau rugi? Muhasabahlah diri
Oktober 29, 2009

Salam..
Lama tak menulis jadi rindu pula..Alhamdulillah Allah selalu beri peluang dan pelbagai nikmat untuk teruskan kehidupan atas bumi ni. Hanya semangat yang kadang-kadang datang dan pergi buat kita rasa kuat atau lemah..Buat yang bernama semangat, datanglah selalu!!
Alhamdulillah dah 3 minggu berada semula di bumi perjuangan menimba ilmu setelah pulang ke tanah air menziarahi keluarga. Kalau ikutkan hati, rasa sayang sangat nak balik bercuti di Malaysia mengenangkan peluang menadah ilmu yang sangat banyak di bumi Mesir ni. Namun akhirnya pulang juga walau sebentar cuma. Abah kata, balik menziarahi keluarga pun salah satu dari proses pembelajaran. Kata abah, dengan balik Malaysia, kita dapat kumpulkan semula kekuatan dan semangat untuk teruskan belajar 2 tahun yang berbaki lagi. Iya la tu abah. Insya Allah anakmu ini akan semakin dan akan terus bersemangat meneruskan pembelajaran di sini.
Siapa yang tak gembira pulang bercuti di tanah air..Memang gembira dan seronok. Walau bagaimanapun banyak perkara yang perlu dimuhasabah semula. Bagaimana dengan masa yang telah digunakan sepanjang berada di Malaysia? Apakah sumbangan yang telah diberi kepada keluarga dan masyarakat? Adakah amanah-amanah dijalankan dengan sebaiknya? Banyak sangat sebenarnya kekurangan diri yang perlu diperbaiki. Ya Allah, ampunkan segala kesilapan hambaMu. Banyak khilaf yang telah kulakukan..Banyak hak-hak pada saudara-saudaraku yang tidak tertunai..Astaghfirullah..Astaghfirullah..
Ibnu Qudamah pernah berkata:
“Muhasabah adalah kita melihat pada modal, keuntungan dan kerugian. Modal dalam agama adalah perkara-perkara fardhu, keuntungan adalah perkara-perkara sunat dan kerugian adalah maksiat”
Ya Allah, mudah-mudahan keuntungan yang kuperolehi bukan kerugian disebabkan maksiat-maksiat yang dilakukan akibat keterlanjuran..andai tiada keuntungan, biarlah mendapat pulangan modalnya..
~Duduk sebentar merenung diri dan beristighfar memohon keampunan~
Sampai jumpa lagi.
Eid Mubarak 1430 H
Oktober 1, 2009
“Whoever fasts Ramadhan and follows it with 6 days from Shawwal, it is as if they fasted the entire year”
-hadith-
May Allah accept our deeds from you and us!
taqabbalallahu minna wa minkum
Happy Shawwal!
Mencari Laila
September 11, 2009

Melangkah ke gerbang sepuluh terakhir Ramadhan..
انما الاعمال بالخواتم
“Sesungguhnya amalan itu dikira berdasarkan pengakhirannya”
-mafhum hadis-
Telah berlalu hari-hari rahmah dan maghfirah. Kini tibalah hari-hari pembebasan dari api neraka. Inilah hari-hari terakhir Ramadhan yang bakal menentukan siapa yang untung dan siapa yang rugi. Padanya terdapat malam Al-Qadr dimana Allah melihat hambaNya yang paling baik amalannnya. Malam agung dengan ganjaran ibadah selama seribu bulan.
Bagaimana ingin bertemu dengan Laila tul Qadr ini?
- Tetapkan niat di awal sepuluh malam terakhir untuk berusaha menghidupkan hari-hari akhir ini
- Sentiasa memperbaharui taubat
- Berazam untuk menambahkan amal ibadat
- Mujahadah dan berusaha bersungguh-sungguh dalam menghidupkan malam dengan berzikir, tahajud, iktikaf dan tilawah Al-Quran.
- Beriltizam dengan doa:
اللهم انك عفو تحب العفو فاعف عني
InsyaAllah, kita cuba sama-sama memburu Laila yang sangat istimewa dan berharga ini!
Usaha yang terbaik dengan penuh keimanan dan kesungguhan. Ini mungkin peluang terakhir kita.
“Kalaulah Ramadhan itu ibarat sebuah perniagaan, maka berpuasa di siang hari adalah modalnya dan beribadah di malam hari adalah keuntungannya”
Moga-moga perniagaan Ramadhan kita kali ini mendapat pulangan modal dan meraih untung yang berlipat ganda..
untuk saya: Jangan biarkan hari-hari terakhir Ramadhan terus parah, menderita dan merana seperti awalnya. Masih ada masa untuk mengubahnya.
nak iktikaf!
Ramadhan: Stesen Besar Musafir Iman
Ogos 23, 2009

kunafah, sejenis manisan masyarakat arab Mesir semasa Ramadhan
Ahlan Ya Ramadhan! Selamat datang bulan mulia, bulan berkat dan bulan keampunan! Alhamdulillah Allah masih memberi kita peluang untuk sekali lagi menjejakkan kaki ke dalam bulan mubarak ini. Bagaimana persediaan atau “warm up” yang telah kita laksanakan dalam 2 bulan yang lalu? Bagi mereka yang telah bersedia, sekarang tibalah masa untuk memecut! Bagi mereka yang tak bersedia apa-apa, terpaksalah merangkak-rangkak untuk melalui bulan ibadah yang bukan setakat memerlukan kekuatan fizikal dan stamina untuk menahan lapar dahaga, tetapi kekuatan mental, emosi dan rohani untuk kekal bersemangat dan bertenaga dalam melaksanakan ibadah lain seperti solat malam, tarawih, tilawah Al-Quran dan sebagainya. Jangan bersedih bagi yang belum bersedia atau masih belum merasa kemanisannya. Masih ada masa. Belum terlambat untuk menghadirkan hati dan menyiram roh yang lesu. Barangkali sedikit tausiyah dari Sang Murabbi, Allahyarham Ustadz KH Rahmat Abdullah ini boleh membantu..Bisa faham Bahasa Indonesia? Mudah-mudahan bisa ya..
Bulan Ramadlan : Stasiun Besar Musafir Iman
Ustadz KH Rahmat Abdullah
Tak pernah air melawan qudrat yang ALLAH ciptakan untuknya, mencari dataran rendah, menjadi semakin kuat ketika dibendung dan menjadi nyawa kehidupan. Lidah api selalu menjulang dan udara selalu mencari daerah minimum dari kawasan maksimum, angin pun berhembus. Edaran yang pasti pada keluarga galaksi, membuat manusia dapat membuat mesin pengukur waktu, kronometer, menulis sejarah, catatan musim dan penanggalan. Semua bergerak dalam harmoni yang menakjubkan. Ruh pun – dengan karakternya sebagai ciptaan ALLAH – menerobos kesulitan mengaktualisasikan dirinya yang klasik saat tarikan gravitasi ‘bumi jasad’ memberatkan penjelajahannya menembus hambatan dan badai cakrawala. Kini – di bulan ini – ia jadi begitu ringan, menjelajah ‘langit ruhani’. Carilah bulan – diluar Ramadlan – saat orang dapat mengkhatamkan tilawah satu, dua, tiga sampai empat kali dalam sebulan. Carilah momentum saat orang berdiri lama di malam hari menyelesaikan sebelas atau dua puluh tiga rakaat. Carilah musim kebajikan saat orang begitu santainya melepaskan ‘ular harta’ yang membelitnya. Inilah momen yang membuka seluas-luasnya kesempatan ruh mengeksiskan dirinya dan mendekap erat-erat fitrah dan karakternya.
Marhaban ya Syahra Ramadlan Marhaban Syahra’ Shiyami Marhaban ya Syahra Ramadlan Marhaban Syahra’l Qiyami
Keqariban di Tengah Keghariban
Ahli zaman kini mungkin leluasa menertawakan muslim badui yang bersahaja, saat ia bertanya: “Ya Rasul ALLAH, dekatkah Tuhan kita, sehingga saya cukup berbisik saja atau jauhkah Ia sehingga saya harus berseru kepada-Nya?” Sebagian kita telah begitu ‘canggih’ memperkatakan Tuhan. Yang lain merasa bebas ketika ‘beban-beban orang bertuhan’ telah mereka persetankan. Bagaimana rupa hati yang Ia tiada bertahta disana? Betapa miskinnya anak-anak zaman, saat mereka saling benci dan bantai. Betapa sengsaranya mereka saat menikmati kebebasan semu; makan, minum, seks, riba, suap, syahwat, dan seterusnya. padahal mereka masih berpijak di bumi-Nya.
Betapa menyedihkan, kader yang grogi menghadapi kehidupan dan persoalan, padahal Ia yang memberinya titah untuk menuturkan pesan suci-Nya. Betapa bodohnya masinis yang telah mendapatkan peta perjalanan, kisah kawasan rawan, mesin kereta yang luar biasa tangguh dan rambu-rambu yang sempurna, lalu masih membawa keluar lokonya dari rel, untuk kemudian menangis-nangis lagi di stasiun berikut, meratapi kekeliruannya. Begitulah berulang seterusnya.
Semua ayat dari 183-187 surat Al-Baqarah bicara secara tekstual tentang puasa. Hanya satu ayat yang tidak menyentuhnya secara tekstual, namun sulit untuk mengeluarkannya dari inti hikmah puasa. “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (katakanlah): ‘Sesungguhnya Aku ini dekat…” (Qs. 2 :185).
Apa yang terjadi pada manusia dengan dada hampa kekariban ini? Mereka jadi pan-dai tampil dengan wajah tanpa dosa didepan publik, padahal beberapa meni sebelum atau sesudah tampilan ini mereka menjadi drakula dan vampir yang haus darah, bukan lagi menjadi nyamuk yang zuhud. Mereka menjadi lalat yang terjun langsung ke bangkai-bangkai, menjadi babi rakus yang tak bermalu, atau kera, tukang tiru yang rakus.
Bagaimana mereka menyelesaikan masalah antar mereka? Bakar rumah, tebang po-hon bermil-mil, hancurkan hutan demi kepentingan pribadi dan keluarga, tawuran antar warga atau anggota lembaga tinggi negara, bisniskan hukum, jual bangsa kepada bangsa asing dan rentenir dunia. Berjuta pil pembunuh mengisi kekosongan hati ini. Berapa lagi bayi lahir tanpa status bapak yang syar’i? Berapa lagi rakyat yang menjadi keledai tunggangan para politisi bandit?
Berapa banyak lagi ayat-ayat dan pesan dibacakan sementara hati tetap membatu? Berapa banyak kurban berjatuhan sementara sesama saudara saling tidak peduli?
Nuzul Qur-an di Hira, Nuzul di Hati
Ketika pertama kali Alqur-an diturunkan, ia telah menjadi petunjuk untuk seluruh ma-nusia. Ia menjadi petunjuk yang sesungguhnya bagi mereka yang menjalankan perin-tah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Ia benar-benar berguna bagi kaum beriman dan menjadi kerugian bagi kaum yang zalim. Kelak saatnya orang menyalahkan rambu-rambu, padahal tanpa rambu-rambu kehidupan menjadi kacau. Ada juga orang berfikir, malam qadar itu selesai sudah, karena ALLAH menyatakannya dengan Anzalna-hu (kami telah menurunkannya), tanpa melihat tajam-tajam pada kata tanazzalu’l Ma-laikatu wa’l Ruhu (pada malam itu turun menurunlah Malaikat dan Ruh), dengan kata kerja permanen. Bila malam adalah malam, saat matahari terbenam, siapa warga negeri yang tak menemukan malam; kafirnya dan mukminnya, fasiqnya dan shalihnya, mu-nafiqnya dan shiddiqnya, Yahudinya dan Nasraninya? Jadi apakah malam itu malam fisika yang meliput semua orang di kawasan?
Jadi ketika Ramadlan di gua Hira itu malamnya disebut malam qadar, saat turun sebuah pedoman hidup yang terbaca dan terjaga, maka betapa bahagianya setiap mukmin yang sadar dengan Nuzulnya Alqur-an di hati pada malam qadarnya masing-masing, saat jiwa menemukan jati dirinya yang selalu merindu dan mencari sang Pencipta. Yang tetap terbelenggu selama hayat dikandung badan, seperti badan pun tak dapat melampiaskan kesenangannya, karena selalu ada keterbatasan bagi setiap kesenangan. Batas makanan dan minuman yang lezat adalah kterbatasan perut dan segala yang lahir dari proses tersebut. Batas kesenangan libido ialah menghilangnya kegembiraan di puncak kesenangan. Batas nikmatnya dunia ialah ketika ajal tiba-tiba menemukan rambu-rambu: Stop!
Alqur-an dulu, baru yang lain
Bacalah Alqur-an, ruh yang menghidupkan, sinari pemahaman dengan sunnah dan perkaya wawasan dengan sirah, niscaya Islam itu terasa ni’mat, harmoni, mudah, lapang dan serasi. Alqur-an membentuk frame berfikir. Alqur-an mainstream perjuangan. Nilai-nilainya menjadi tolok ukur keadilan, kewajaran dan kesesuaian dengan karakter, fitrah dan watak manusia. Penguasaan outline-nya menghindarkan pandangan parsial juz-i. Penda’wahannya dengan kelengkapan sunnah yang sederhana, menyentuh dan aksiomatis, akan memudahkan orang memahami Islam, menjauhkan perselisihan dan menghemat energi ummat.
Betapa da’wah Alqur-an dengan madrasah tahsin, tahfiz dan tafhimnya telah membangkitkan kembali semangat keislaman, bahkan di jantung tempat kelahirannya sendiri. Ahlinya selalu menjadi pelopor jihad di garis depan, jauh sejak awal sejarah ummat ini bermula. Bila Rasulullah meminta orang menurunkan jenazah dimintanya yang paling banyak penguasaan Qur-annya. Bila me-nyusun komposisi pasukan, diletakkannya pasukan yang lebih banyak hafalannya. Bahkan di masa awal sekali, ‘unjuk rasa’ pertama digelar dengan pertanyaan ‘Siapa yang berani membacakan surat Arrahman di Ka’bah?’. Dan Ibnu Mas’ud tampil dengan berani dan tak menyesal atau jera walaupun pingsan dipukuli musyrikin kota Makkah.
Puasa: Da’wah, tarbiah, jihad dan disiplin
Orang yang tertempa makan (sahur) di saat enaknya orang tertidur lelap atau berdiri lama malam hari dalam shalat qiyam Ramadlan setelah siangnya berlapar-haus, atau menahan semua pembatal lahir-batin, sudah sepantasnya mampu mengatasi masalah-masalah da’wah dan kehidupannya, tanpa keluhan, keputusasaan atau kepanikan. Mu-suh-musuh ummat mestinya belajar untuk mengerti bahwa bayi yang dilahirkan di te-ngah badai takkan gentar menghadapi deru angin. Yang biasa menggenggam api jangan diancam dengan percikan air. Mereka ummat yang biasa menantang dinginnya air di akhir malam, lapar dan haus di terik siang.
Mereka terbiasa memburu dan menunggu target perjuangan, jauh sampai ke akhirat negeri keabadian, dengan kekuatan yakin yang melebihi kepastian fajar menyingsing. Namun bagaimana mungkin bisa mengajar orang lain, orang yang tak mampu memahami ajarannya sendiri? “Faqidu’s Syai’ la Yu’thihi” (Yang tak punya apa-apa tak akan mampu memberi apa-apa).
Wahyu pertama turun di bulan Ramadlan, pertempuran dan mubadarah (inisiatif) awal di Badar juga di bulan Ramadlan dan Futuh (kemenangan) juga di bulan Ramadlan. Ini menjadi inspirasi betapa madrasah Ramadlan telah memproduk begitu banyak alumni unggulan yang izzah-nya membentang dari masyriq ke maghrib zaman.
Bila mulutmu bergetar dengan ayat-ayat suci dan hadits-hadits, mulut mereka juga menggetarkan kalimat yang sama. Adapun hati dan bukti, itu soal besar yg menunggu jawaban serius.

Masjid Salam yang meriah

iktikaf di Masjid Amru Al-'As Ramadhan tahun lalu
~rindu limpahan cahaya fanus dan suasana tarawih dan iktikaf di Masjid Salam. Rindu berpuasa di bumi Mesir..
Ya Allah, jadikanlah Ramadhan kali ini tidak berlalu dengan sia-sia..
“Rugilah bagi mereka yang berlalunya Ramadhan namun tidak diampunkan dosanya”
-mafhum hadis-
Dalam segala musim, Tuhan selalu penyayang..
Ogos 11, 2009

Assalamualaikum semua!
Apa khabar iman dan kesihatan? Bertemu kembali setelah sekian lama tak menulis. Bukan tak ada masa. Masa sentiasa ada. Cuma tak dapat memperuntukkan dan memberi sedikit masa untuk menaip-naip ni. Harap-harap dapat terus tunaikan hak pada blog yang hampir terbiar ni (kesian dia..) dan terus menulis sebagai salah satu sumber saham di akhirat kelak!
Sekarang kami tengah bercuti. Cuti musim panas. Cuaca pastinya sangat panas sebab nama pun musim panas kan. Walau panas membahang dirasakan namun kehidupan di bumi Mesir ini sentiasa membahagiakan dan dipenuhi kegembiraan. Rasanya terlalu banyak benda yang nak cerita setelah tak update semenjak habis exam tempoh hari. Nak mula dari mana ye??
Okla, pertama sekali nak cerita apa yang bahagia sangat?? Tentu sekali rasa bahagia yang datang dari ketenangan dan kemanisan iman. Tak tau nak cerita macam mana bila dapat rasa manisnya iman tu. Seronok sangat bila kita dapat hidup bersama-sama dengan sahabat-sahabat yang memahami Islam dan sentiasa meningkatkan iman serta membuat diri ini sentiasa dekat dengan Allah. Juga sentiasa ada sahabat yang mengingatkan bila kita terlupa dan terjauh dari landasan redha Allah. Seronoknya..lebih-lebih lagi dapat bersama-sama menikmati nikmat ukhuwwah yang lahir dari iman dan cinta kerana Allah. Seronoknya bila sama-sama dapat rasa nikmat tarbiyyah dan menyerahkan diri untuk memberi khidmat kepada agama. Seronoknya bila dapat merasai pahit manis bila sama-sama berjuang atas jalan dakwah. Seronoknya bila dapat kecapi nikmat iman dan ukhuwwah..Ya Allah, kekalkanlah nikmat-nikmat ini..

- kasih sayang yang lahir dari iman
Bahagia dan bertuah juga dirasakan bila berpeluang untuk mengutip mutiara-mutiara berharga di bumi Anbiya ini. Mutiara-mutiaranya sememangnya sangat banyak dan bertaburan di sana-sini. Cuma mereka yang sentiasa berlumba-lumba dapat kutip semuanya. Tak sangka, dah 2 tahun jadi perantau bumi barakah. Tak tahulah banyak mana mutiara yang dah dikutip. Tak tahulah dah rebut banyak mana peluang untuk didik dan ubah diri ke arah yang lebih baik. Tak tahulah dah cukup ke ilmu dan kekuatan untuk berhadapan dengan masyarakat dan ummah. Penguasaan Bahasa Arab? Hafalan Al-Quran? Kena muhasabah balik bagaimana peningkatan selepas 2 tahun! Rasa banyak sangat yang kurang. Kalau tak cukup lagi, tak boleh balik Malaysia ni! Jangan marah tau abah. Rasa macam tak nak balik sebab takut terlepas banyak peluang nak belajar dan menimba ilmu di sini. Rugi sangat tengok kawan-kawan lain berlumba-lumba kejar ilmu..Tapi apa pun yang sebenarnya kat mana-mana pun kita boleh belajar. Yang penting merebut peluang yang ada. Guna masa sebaiknya. Kalau tak manfaatkan masa, duduk kat mana-mana pun sama je akhirnya..
Paling menarik, bila belajar di luar negara ni, dapat luaskan pandangan dengan mengembara dan berjalan ke sana-sini. Sepanjang cuti ni, alhamdulillah berpeluang ke Tanta dan Marsa Matruh. Disamping meluaskan saujana pandangan, dapat juga mentadabbur alam dan menjalinkan ukhuwwah. Tak dapat dilupakan kenangan berjaulah dan bermusafir bersama-sama..

- kebun buah-buahan Tanta, rasa macam balik kampung

- itik & angsa pun ada.memang berada di desa.

- anggur bergantungan

- epal, boleh petik & makan terus
Marsa Matruh yang indah pula..

- pantai Ageba

- Hamam Cleopatra

- airnya yang sungguh jernih

- pemandangan dari tempat penginapan
*syukran kepada Ummu Aiman atas tajaan kameranya*
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berakal. Iaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau berbaring dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya tuhan kami, tidaklah engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. ~Ali-Imran:190,191~
Tidak lupa juga nak berkongsi rasa gembira dengan kelahiran mujahid dan mujahidah kecil yang menambahkan lagi keceriaan kami di sini. Tahniah buat sahabat baik, Uswah Hasanah dan rakan sekuliah, Ukht Mahfudzah kerana telah menjadi seorang ibu muda! Seterusnya membuatkan kami rasa macam dah tua sangat. Apa taknya, rakan sebaya dah ada anak=) Tak dilupa juga buat Ukht Kauthar di Mansurah sana. Asifah sangat-sangat belum berkesempatan nak ziarah Sofiyyah dan umminya. Apapun,semoga sabar dalam mendidik dan membesarkan cahaya mata menjadi generasi penyambung risalah..

- Yahya yang semakin membesar dan tembam dari hari ke hari..

- Ummu Yahya selepas jadi ummi.masih seperti dulu.
Gambar baby lain tak ada la pula..
Dan yang terakhir, tumpang gembira atas kejayaan sahabat-sahabat perjuangan dalam peperiksaan. Alhamdulillah, setakat ini semuanya najah. Ucapan tahniah khusus buat Ukhta Harun dengan keputusan cemerlangnya iaitu Jayyid Jiddan. Bukan senang tu! Pastinya Allah kurniakan ganjaran setimpal dengan usaha gigih yang telah dilakukan. Doakan keputusan kami Syariah Tahun 2 yang belum kunjung tiba lagi ni. Tak tahu la kenapa lambat sangat nak keluar.. Mungkin Allah bagi masa untuk banyakkan lagi doa dan mempersiapkan diri untuk terima apa sahaja yang berlaku selepas ini. Terus menunggu dalam debaran. Terus berharap dan berdoa. Doakan dan terus doakan!

- mumtaz..mampukah?
Menghitung hari untuk pulang ke tanah air..Dalam berkemas-kemas, terjumpa satu nota kecil. Barangkali nota yang ditinggalkan oleh seorang ukhti di atas meja sebelum ni tapi tak perasan..
Ya Allah, permudahkanlah sahabatku ini menduduki peperiksaan duniaMu, jadikanlah debaran di jiwa disebabkan risau jika gagal melamar redhaMu, dengarilah rintihan hatinya yang sanggup bersusah-payah demi ilmuMu, terimalah air matanya sebagai penyejuk kemurkaanMu, belailah jiwanya di saat dia terkulai lemah agar terhindar dia dari mengharapkan selainMu..
Terima kasih atas doanya wahai ukhti… Hilang segala kerisauan dan kebimbangan bila teringat Allah yang sentiasa bersama dan mendengarkan doa kita. Kasih sayangNya tak bertepi. CintaNya selalu ada. Tak kira bila-bila masa.
Musim panas yang menyenangkan, meskipun melelahkan. Dalam segala musim, Tuhan selalu penyayang.
Itu yang aku rasakan.
~Kang Abik~
Wahai tuhan, kau satu cinta yang selama ini ku cari..
Rehat yang tak boleh lama-lama
Jun 26, 2009
يا ذالجلال
طال شغالي
فأرح فؤادي
وارفق بحالي
“wahai tuhan pemilik keagungan
telah panjang waktu kesibukanku
maka rehatkanlah jiwaku
dan mudahkanlah segala urusanku”
~Ya Zaljali-Yahya Hawwa~
Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahu akbar..
Segala puji bagiNya..
Akhirnya berlalu juga kesibukan berjuang di medan peperiksaan
2 bulan lamanya.
Dapatlah berehat sebentar melepaskan lelah yang panjang
Masa memang terlalu pantas berlalu.
Sedar-sedar dah sampai di paper terakhir khamis minggu lalu.
Tak sangka dapat melalui semuanya.
Dengan bantuan dan izinNya.
Alhamdulillah
Alhamdulillah
Kepada tuhan kudahulukan ucapan terima kasihku
Juga buat semua yang berada di sekelilingku
Yang sentiasa memberi dorongan dan perangsang
dalam menempuh hari-hari getir peperiksaan
Hanya Allah yang dapat membalas semuanya
Moga kejayaan menjadi milik kita bersama
InsyaAllah dengan izinNya
Yakinlah padaNya
agar dapat mengecapi kejayaan yang kita impikan
demi ummah ini
dan demi agama mulia ini
yang harus kita tinggikan kembali.
Allahuakbar walillahilhamd!
Obama datang semalam
Jun 5, 2009
U.S. President Barack Obama waves to the audience as he leaves the Grand Hall of Cairo University after delivering a speech in Cairo June 4, 2009. REUTERS/Goran Tomasevic
Salam.
Pemimpin pertama dunia, Barack Hussein Obama datang Cairo semalam. Abah tanya, dia datang dapat apa? Ada bagi duit tak? Isy2, mana ada bagi duit la. Dapat cuti je. Tak pasal-pasal exam semalam kena tangguh ke 18 Jun ni. Jadi orang paling lambat habis exam kat rumah. Apa pun, bersyukur sangat sebenarnya. Mungkin ada hikmah kena tangguh exam. Sebabnya tak habis baca buku untuk subjek tu lagi!
Berbalik pada si Obama. Dalam ucapannya semalam, beliau menunjukkan hasrat untuk menjernihkan keadaan Amerika dengan umat Islam. Banyak jugak dia menyelitkan ayat-ayat Quran dalam ucapan tu. Mungkin boleh tengok teks atau dengar ucapannya sendiri di sini. Nampak macam Obama ni baik pulak, kata seorang sahabat saya. Ye lah, dengar kata dia pun tak setuju dengan pembinaan pendudukan baru di Tebing Barat. Hubungan dengan pemimpin Yahudi pun tak baik sangat. Boleh percaya ke Obama ni? Macam boleh percaya. Nampak ok je pulak dia ni..
Terfikir macam betul jugak. Rasa macam umat Islam semakin terbela. Umat Islam dapat sokongan dari kuasa besar dunia. Masa depan Islam semakin cerah..
Tapi..entahla, kalau fikir 2-3 kali, ala..propaganda politik je semua ni. Kafir tetap kafir. Tetap tak ikut undang-undang Allah. Nampak terbela tapi mungkin ada agenda lain di sebaliknya. Rasa bosan dan mual dengan semua ni. Tapi, nak buat macam mana? Kita tunggu dan lihat apa yang bakal berlaku. Tak boleh nak tolak bulat-bulat dan tak boleh terima bulat-bulat juga kan?
Moga segala yang berlaku ada hikmahnya. Hidup untuk Islam! Nak belajar sungguh-sungguh untuk tegakkan semula agama mulia ini!!
Pasabili bili bili pasabili Obama eh ogawa..
(ni komen Pak Cik Mail)
Komen abah pulak?
=)
tunggu juga respon dari MB Chairman, Mr. Mohammed Mahdy Akef.
wassalam.
Ketika Cinta Bertasbih
Jun 5, 2009
http://www.filmketikacintabertasbih.com/
Cinta pun boleh bertasbih rupanya..
Moga filem yang bakal ditayangkan di 8 buah negara (Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Mesir, Australia, Taiwan & Hong Kong) pada 11 Jun ini sama hebat dengan novelnya. Juga tidak akan mengecewakan sepertimana yang telah berlaku pada Ayat-Ayat Cinta. Tahniah buat Kang Abik! Teruskan perjuangan dalam menghasilkan filem yang soleh dan karya-karya islami yang menyentuh hati.
~nggak sabar menunggu 11 Juni ini. Ya udah, yang penting habiskan imtihannya dulu! Sambung studi yok=)





