Lama sudah tidak menulis. Bukan tiada masa tapi tak memberi masa. Bukan tak ada benda nak diceritakan tapi macam-macam. Peperiksaan akhir telah tamat, cuti musim panas sudah bermula. Banyak sangat perkara baru yang saya terokai. Antaranya photojournalism. InsyaAllah saya akan kongsikan apa yang menarik jika berkesempatan. Sekarang agak banyak kekangan masa dan tak sempat nak menulis panjang-panjang.

Mungkin saya boleh kongsi satu tulisan yang menarik dari seorang sahabat saya, Maryam Qonitat dari Indonesia. Beliau merupakan pelajar tahun akhir kuliah Usuluddin. Bila membaca tulisannya, saya terfikir, bila agaknya saya dapat menulis dengan baik begini. Ayatnya indah disamping menyentuh peranan seorang wanita yang berada bersama dakwah. Sangat memberi kesan pada jiwa.

Sebenarnya saya juga rasa bertuah dapat berkenalan dengan beliau. Dapat berkongsi pelbagai ilmu dan pengalaman. Terasa semangat dari orang Indonesia ini.

Satu lagi yang saya perasan, bila membaca hasil tulisan penulis-penulis Indonesia yang lain, seperti Buya Hamka, Kang Abik, Asma Nadia dan HTR, saya rasakan auranya lain. Bila mendengar nasyid-nasyid dari Shoutul Harakah, Ruhul Jadid dan Izzatul Islam pula, dapat rasakan semangatnya membara-bara. Bukan merendahkan penulis dan penasyid Malaysia, tapi mungkin kita boleh mencontohi mereka dalam menyampaikan mesej yang baik dan berkesan kepada pembaca dan pendengar.

Begitu juga filem Islami Indonesia. Baru-baru ini saya menonton filem Emak Ingin Naik Haji. Memang terasa mesejnya yang berkesan dan menyentuh jiwa. Rasanya air mata tak berhenti mengalir dari awal hingga akhir filem.

Tidak dilupa juga filem KCB. Rasanya ramai yang dah tahu filem ini. Tak mahu ulas panjang-panjang takut orang kata saya jiwang pula. Tapi apa pun, filem yang amat menarik. Tak lari dari konsep Islam. Dan yang penting, dakwah mereka sudah melebar ke segenap pelusuk bidang dalam masyarakat.

Kita pula bila lagi? Harap-harap tak melebih-lebih dalam memuji orang Indonesia. Cuma melahirkan rasa kagum bila melihat amal mereka.

Sambil fikir-fikir, selamat membaca dan mengambil manfaat dari tulisan ini. Amat tertarik dengan kata-kata ini;

Wanita mampu menjadi pejuang sejati

Karena dari cinta merekalah, lahir berjuta pahlawan-pahlawan Islam sejati yang cemerlang.

Ayuh jadi pejuang sejati! Saya tujukan tulisan ini buat semua akhawat yang saya sayangi. Khususnya yang menunggu-nunggu post baru di blog ini. Sampai jumpa lagi. Wassalam.

P/S: Kalau ada perkataan yang tak faham boleh tanya. [Macamlah faham sangat bahasa Indonesia :)]

Jiwa dan cinta seorang wanita

Tidak pernah ada satupun yang pernah benar-benar mengerti tentang seorang perempuan atau wanita.

Tentang hati yang terdapat pada organ tubuhnya..

Tidak ada satupun yang bisa mengerti tentang cara berfikir wanita, cara yang seringkali tak pernah bisa dicapai dengan logika tercanggih sekalipun.

Tak ada yang bisa benar-benar mengerti tentang hati seorang wanita berkata, berfikir dan bersikap.

Tidak ada yang pernah mengerti tentang kemauan yang sebenarnya dalam benak seorang wanita.

Utamanya tentang bagaimana hatinya dalam mencintai sesuatu selain dirinya.

Sesuatu itu bisa berwujud manusia, impian, cita-cita, keinginan, harta, pangkat, keluarga, bahkan sesuatu yang sama sekali belum pernah dilihatnya.

Tentang ia mencintai sesuatu; Impian atau Cita-cita.

Tidak ada yang pernah mengalahkan impian seorang wanita jika ia sudah bercita-cita. Ia mampu berfikir lebih jauh dari seorang laki-laki tervisioner sekalipun. Saat pertama kali janin anaknya menetap dalam rahimnya. Impian atau cita-cita itu ia tetapkan dalam doa’ rutinnya tiap kali ia mengusap perutnya yang kian hari kian membuncit.

“Nak, kelak Kau akan menjadi seorang Pemimpin”

“ Nak, kelak Kau akan gantikan Ulama-ulama itu menyampaikan ajaran agamamu”

“Nak, kelak Kau akan menghadiahi bunda dengan sebuah mahkota hafalan Al-Qur’anmu”

”Nak, Kelak kau akan menjadi Negarawan Muslim,membebaskan masyarakat dari degradasi moral yang kian hari makin tidak menentu”

“ Nak ,kelak kau akan mewarisi sifat-sifat perjuangan ayahmu”

Dan begitu banyak impian, cita-cita seorang wanita saat mengandung calon bayinya. Impian yang tak pernah bisa dibatasi oleh apapun dan kapanpun ia mengusap kandungannya. Karena ia sangat yakin dengan janji langit.

Tentang ia mencintai sesuatu ; Harta

Seorang wanita akan mampu mencintai harta dalam dua kondisi yang sangat bertolak belakang.

Jika Ia bergelimangan harta, perasaan cintanya akan terus ada bersama dengan keinginannya untuk selalu menimbun, menyimpan dan berfikir keras bagaimana agar mendapatkan kembali jumlah harta yang lebih berlipat ganda. Ia bisa menguasai segala yang ada dilingkungannya agar tunduk pada kecintaanya pada harta.

Namun Ajaib, Ia juga bisa bertahan dalam kondisi paling paceklik sekalipun. Ia mampu menyimpan kecintaannya pada harta, memendamnya dan memberikannya pada anaknya, demi kelangsungan hidup si anak.

Bahkan untuk kelangsungan hidup suaminya, Ia mampu menahan kecintaanya, agar hartanya digunakan oleh orang lain, digunakan untuk kelangsungan dakwah. Kecintaannya pada harta melahirkan pengorbanan yang tidak sia-sia. Kecintaanya sama namun bisa bertahan dalam dua kondisi yang sangat bertolak belakang.

Tentang ia mencintai sesuatu ; Laki-laki.

Ini adalah bagian dimana tak ada siapapun yang bisa menebak,memahami, mengerti dan menyelami hati seorang wanita ketika ia mencintai seorang laki-laki. Kecintaanya pada laki-laki bisa bertahan dalam kondisi apapun ! Senang, susah, terhimpit, bahagia, terpisah, tersatukan atau bahkan ketika diduakan. Satu waktu ia bisa mencintai laki-laki yang berbeda status darinya,miskin atau kaya.

Ia juga bisa mencintai laki-laki yang tak sepadan dengannya,tidak tampan atau terlalu tampan.

Ia bisa mencintai seorang laki-laki yang dibenci oleh semua orang.Ia bisa mencintai seorang laki-laki lain ,meski ia sudah mendapatkan suami, mendapatkan anak.

Kecintaanya pada laki-laki bisa membuatnya berkhianat, mengubah apa yang ada dalam hatinya untuk bersikap lain.
Tapi kecintaanya pada laki-laki juga bisa membuatnya berkorban sepenuh jiwa,raga dan hartanya.

Iapun masih bisa mencintai laki-laki yang tak bisa dimiliknya.

Kecintaanya pada laki-laki tak dapat ditebak,ia bisa menjadikan nya makin kuat dan teguh pendirian, tapi dalam kondisi lain, kecintaanya pada laki-laki bisa membuatnya membunuh dari belakang.

Terkadang juga menjadikannya pribadi yang tegar, atau sebaliknya, rapuh.

Ia bahkan bisa mengatakan cinta pada seorang laki-laki namun dalam hatinya ia mencintai laki-laki lain.
Ia bisa berbagi cintanya dengan wanita lain pada satu laki-laki.
Sungguh, kedalaman hatinya tak kan mampu di dideteksi oleh apapun.

Tentang seorang wanita…

Tak pernah ada yang bisa mengerti ketika air matanya jatuh berlinangan,

Sedihkah ia, sakitkah ia, marahkah ia atau bahagiakah ia..

Tak pernah ada yang bisa mengerti ketika ia tersenyum simpul

Tak pernah ada yang bisa mengendalikan hatinya secara penuh

Tak pernah ada yang bisa mengalahkan semangatnya ketika ia akan berjuang

Tak penah ada yang bisa mengalahkan tingginya impiannya saat ia sedang mengandung generasi penerusnya

Tak pernah ada yang bisa menandingi kesabarannya saat ia mendidik seluruh anaknya

Tidak ada yang bisa mengalahkan kasih sayangnya dalam mencari sesuap nasi untuk orang yang dicintainya

Tidak ada yang bisa menyaingi dalam dan luas hatinya dalam mencintai seorang laki-laki

Tidak ada yang bisa menyaingi kecerdasannya saat ia mengkalkulasikan sisa umur hidupnya

Tidak ada yang bisa mencegah keinginan kuatnya saat ia benar-benar menginginkan sesuatu..

Tak ada yang bisa menyaingi ketangguhan dan kesabarannya saat ia menyiapkan suaminya atau putranya untuk menjadi pejuang.

Dari sanalah,

Wanita mampu menjadi pejuang sejati

Seperti Khodijah yang pertama kali beriman sebelum kaum laki-laki mengimani Rasul

Seperti Asma’ Binti Abu Bakar berkata tentang harta yang ditinggalkan oleh ayahnya kepada kakeknya

Seperti Fathimah Binti Rasulullah yang memendam cintanya kepada Ali Bin Abi Thalib, menolak pembantu yang disodorkan oleh ayahnya dan menjadi wanita yang memangku Manusia teragung pada detik-detik terakhirnya

Seperti juga Asiyah yang mampu berkata lantang tentang keimanannya pada manusia terkeji yang mengaku tuhan

Seperti juga Bunda Maryam yang mampu bertahan melahirkan sosok nabi mulia Isa AS di bawah pohon kurma kering dalam kondisi tuduhan hina yang tak berhenti

Seperti juga Bunda Hajar yang mampu melepas kepergian sang suami tercinta dan mencari seteguk air untuk putra nya Ismail AS hingga ia harus berlari menhampiri dua bukit sebanyak tujuh kali

Atau seperti Ummul Mukminin Aisyah RA yang mampu mewarisi kecerdasan Rasul sebagai wanita terbanyak dalam merowikan Hadits Rasululllah..

Dan begitu banyak wanita-wanita lain yang tercatat dalam epic sejarah sebagai pejuang sejati.

Karena dari cinta merekalah, lahir berjuta pahlawan-pahlawan Islam sejati yang cemerlang.

Sungguh, kekuatan yang sama sekali tak bisa diremehkan.

Advertisement